Pages

Tuesday, November 18, 2008

Hidup Mesti Terus?

Lena saya tidur. Tak sedar senja sudah meninggalkan saya. Oh, hampir larut malam sebenarnya.

Sesekali meraup muka yang kusam. Melihat ke ruang sekeliling, hati saya jadi sayu tiba-tiba. Terfikir, di mana saya untuk beberapa bulan akan datang? Bisakah saya menikmati suasana yang sama seperti yang saya lalui sekarang? Bangun pagi, cepat-cepat ke kamar mandi, berkejar ke sana-sini, pulang ke rumah, ke gym hari-hari- semua rutin yang saya lakukan sendiri.

Benar, biarpun sesekali saya bertemankan MB (dan kakak-kakak Diva yang baik hati), tapi naratifnya nanti tidak akan sama. Orang baru, suasana baru- pendek kata saya kembali menjengah apa yang telah hampir setahun saya tinggalkan.

Tengahari tadi saya memberitahu MB dua berita gembira. Saya tak pasti samada ianya benar-benar berita gembira (lebih-lebih buat MB), namun suka atau tidak, jauh di sudut hati, bohong jika dikatakan saya tidak teruja.

Ya, saya tahu. Selama beberapa lama saya di sini, beberapa bulan akan datang bakal merubah keseluruhan hidup saya. Mungkin drastiknya, tidak secara total, tapi cukup akan memberi impak kepada sesuatu apa yang saya cari-cari selama ini.

Kata MB, "Tuhan sentiasa permudah jalan orang yang sabar...".

Secara positifnya, saya cuma mahu melihat ianya suatu peningkatan dalam kemajuan hidup seseorang individu, mungkin bukan untuk saya sahaja, malahan sesiapa sahaja. Saya pasti MB juga mahu melihatnya secara begitu (lebih-lebih lagi ada orang sudah mahu kembali menjadi 'kaya' sebaik Januari tiba.. hahaha!).

Logiknya, hidup saya di sini, ada individu yang bisa saya beritahu (keseluruhannya) dan ada yang (saya fikir) lebih baik menjadi simpanan peribadi sahaja. Saya anggap itu normal. Setiap dari kita mempunyai perancangan dan pilihan masing-masing bukan? Biar saya laksanakan satu persatu (dengan tenang).

Pilihan adakalanya membuat saya keliru. Antara meninggalkan yang lama dan memulakan sesuatu yang baru (biar sezarah mana pun pilihan itu pernah mengecewakan saya), saya bukanlah individu yang kuat sebenarnya. Saya benci mengarang nostalgia. Kenangan hanya bakal membuat saya bertambah lemah.

"It's time for you to move back...". Saya petik sms teman A hari ini.

Teman B pula menulis, "Take you time and and get planning to move back. We here would be very very happy if you did. We miss you...".

Perenggan yang paling banyak buat saya berfikir.

Lama saya berteleku di katil, jujurnya, andai saat itu benar-benar datang nanti, dan saya ditakdirkan harus pergi dan merencanakan kehidupan sendiri, saya tak pasti yang saya betah melakukannya sepenuh hati (biarpun itu yang sering saya mahukan).

Hujan renyai-renyai. Saya bangun membasahkan diri.

Kehidupan perlu diteruskan.

Esok episod baru akan bermula...

Stabuxguy

3 comments:

berita gembira apa tu kash?

Ask yourself TWO basic but important questions:
Firstly, di manakah terletaknya kebahagiaan you? di KL? di penang? di orang lain or di hati sendiri?

Secondly, what is it that you cannot live without - apakah yang you tidak boleh hidup tanpa adanya (can be orang, barangan, perasaan, persekitaran, nilai, prinsip etc)

Answer those two questions - sejujur2nya - to yourself and then you are able to make a clear, well-informed and conscious decision.....have no regrets with your decision...and live with it......

The best choice would be something that give you peace of mind and free you from all conscience......yakni...pilihan yang terbaik adalah yang memberikan you satu kedamaian di hati dan minda serta bebas dari sebarang rasa ketidakselesaan....

In the end it is not the locality - you can be anywhere - KL, Penang, christchurch, Germany, Boston, Bali or Greece - but if you don't have peace of mind, nothing works......make peace with yourself first.....then you can make peace with me......:)mwahhhhh

Diva Ida said : no matter where you are and where you are going to, kami di sini tetap DIVA....ha ha ha

Diva Noya said : Kalau tak leh decide nak pi mana, mai dok Sintok lah....boleh makan laksa hari2....:)